Tips Mengatur Keuangan saat Lebaran

tips mengatur keuangan saat lebaran

Lebaran sebentar lagi. Saatnya umat Islam di seluruh dunia menyambut kegembiraan.

Namun perlu diketahui bahwa diluar kegembiraan tersebut, ada hal klasik yang dapat membuat pusing kita semua.

Hal tersebut adalah masalah keuangan setelah lebaran usai. Padahal semua rencana pengeluaran sudah dirancang dengan matang sejak awal.

Tapi tetap saja selalu ada pengeluran yang tidak bisa diprediksi dan memaksa kita untuk merogoh kocek lebih dalam lagi.

Sehingga seluruh pendapatan dari THR (Tunjangan Hari Raya) ditambah gaji rutin bulanan, tidak ada sisa untuk ditabung.

Lalu bagaimana caranya supaya kita bisa mengontrol seluruh pengeluaran sehingga tidak perlu panik ketika lebaran usai.

Di artikel ini kami akan memberikan tips secara detail dan terstruktur agar Anda bisa mudah menjalankan semua kiat yang kami informasikan dibawah ini.

Permasalahan Keuangan

hari raya idul fitri

Perputaran uang pada saat bulan Ramadan memang sangat luar biasa tinggi, hal itu dibuktikan dengan banyaknya produk yang terjual, padahal rata-rata harga bahan pokok serta barang lainnya cenderung mengalami kenaikan.

Tingginya tingkat konsumsi di bulan Ramadhan juga dibuktikan dengan tingginya permintaan masyarakat untuk dana tunai gadai BPKB atau KTA.

Kebutuhan dana tunai sebenarnya digunakan untuk antisipasi pengeluaran yang diluar rencana.

Namun selain harga yang melambung tinggi, biasanya bagi masyarakat yang mudik, pasti seluruh penghasilan mereka termasuk THR tidak akan cukup jika sudah sampai di kampung halaman.

Tidak sedikit juga yang menggunakan kartu kredit untuk berhutang karena simpanan uang terus digerogoti oleh keinginan kita sendiri.

Yup, betul sekali. Keinginan, bukan kebutuhan.

Terkadang yang membuat berat beban keuangan kita adalah keinginan yang tidak bisa dibendung, bukan karena kebutuhan yang tidak tercukupi.

Ini tentu sudah menjadi masalah klasik yang menimpa hampir semua orang.

Banyak konsumen kami yang memiliki penghasilan tinggi, namun selalu memohon pengajuannya bisa disetujui karena sudah tidak ada uang di tabungan mereka.

Memang sangat sulit sekali untuk memotong rantai konsumsi, apalagi tidak adanya prioritas di perencanaan keuangan keluarga.

Cara Mudah Mengelola Keuangan Selama Bulan Ramadan

mengelola keuangan di bulan ramadhan

Pengeluaran rumah tangga selalu meningkat pada bulan Ramadan dan puncaknya terjadi ketika mendekati Lebaran.

Oleh karena itu, wajib bagi Anda untuk mengetahui cara mengelola keuangan yang baik supaya kondisi kantong tetap sehat.

Berikut adalah cara yang bisa Anda terapkan ketika bulan puasa telah tiba.

1. Selalu Memegang prinsip kesederhanaan

Salah satu fungsi berpuasa adalah untuk menahan diri dari segala godaaan dan sifat yang berlebihan atau boros.

Belilah produk atau peralatan sesuai dengan kebutuhan karena bulan puasa seharusnya dimanfaatkan juga untuk lebih berhemat.

Untuk berbuka, pilihlah menu yang biasa saja seperti kurma karena menurut para ahli kesehatan, justru kalau langsung makan yang “berat” sangat tidak baik untuk perut kita.

Begitu juga untuk perlengkapan sholat atau ibadah, tidak perlu beli yang harganya mahal karena saat ini sudah banyak situs jual beli yang menawarkan produk dengan harga yang sangat terjangkau.

Sebagai saran tambahan, jika Anda adalah seorang karyawan yang bekerja di Kantor, usahakan selalu buka puasa di rumah saja.

Jika tidak terkejar waktunya, buka saja di tempat kerja tanpa harus ikut-ikutan acara buka bersama di restoran karena pasti akan mengeluarkan budget yang cukup besar.

Tidak perlu gengsi untuk menolak ajakan rekan kerja, jika perlu Anda bisa buka bersama di masjid sekitar yang biasanya selalu menyediakan takjil atau makanan ringan untuk berbuka.

2. Abaikan keinginan yang membutuhkan dana besar

Boros adalah penyakit kita semua, hal tersebut terjadi karena keinginan selalu mengalahkan akal sehat, sehingga banyak uang keluar hanya untuk membeli barang yang tidak penting.

Mungkin banyak yang bilang bahwa pada bulan Ramadan, kebutuhan menjadi sangat banyak, padahal jika diteliti dan diperhitungkan secara matang, kita tetap bisa menekan budget pengeluaran.

Pengeluaran besar kadang sering terjadi akibat pengeluaran kecil yang jumlahnya banyak tapi selalu diabaikan perhitungannya, sehingga secara tidak sadar budget yang sudah ditentukan menjadi tidak cukup.

Mulai sekarang buatlah pos-pos pengeluaran, rinci kebutuhan apa saja yang harus dipenuhi dan benar-benar penting.

Jika ada barang yang sangat diinginkan tapi tidak dibutuhkan dan bisa ditunda, lebih baik jangan dibeli.

Mungkin berat untuk dilakukan, salah satu tipsnya adalah Anda tidak perlu pergi ke mall atau tempat belanja lainnya karena keinginan belanja kadang muncul karena kita berada di tempat tersebut.

Jika godaan untuk tidak datang ke tempat belanja bisa dilakukan, salah satu godaan yang berat adalah datang dari internet.

promo diskon ramadhan

Karena pada bulan puasa biasanya ecommerce besar pasti akan memberi promo yang luar biasa dan mereka akan pasang iklan besar-besaran di berbagai channel iklan baik di adwords (google) atau sosial media (fb ads).

Sehingga kemanapun Anda klik atau situs apapun yang dikunjungi, pasti akan selalu “digentayangi” oleh iklan-iklan tersebut.

Pada akhirnya hasrat yang Anda tahan untuk tidak membeli produk-produk itu akan menjadi goyah.

Lalu bagaimana caranya untuk tidak tergoda penawaran dari iklan-iklan itu?

Mudah saja, di setiap iklan tersebut pasti ada “tanda kecil” yang muncul di sudut banner, Anda klik tanda tersebut, lalu pilih opsi untuk menghentikan tayangan iklan ini.

Atau jika ingin lebih preventif lagi, di youtube, google atau facebook ada pengaturan khusus untuk melakukan setting terhadap iklan apa saja yang bisa muncul atau tidak.

Dan untuk pengguna smartphone, saat ini sudah banyak aplikasi untuk memblokir pop up iklan. Sedangkan bagi pengguna browser seperti chrome / mozilla, ada caranya untuk memblokir iklan yang muncul.

Silakan googling sendiri caranya.

3. Manfaatkan semua diskon dan promo secara tepat

Seperti yang sudah dijelaskan diatas sebelumnya, pada bulan puasa, hampir semua penjual memasang iklan besar-besaran hanya untuk menjual produk yang diberikan diskon besar.

Bulan Ramadan memang menjadi momen yang tepat bagi penjual untuk mengeruk keuntungan yang besar karena tingkat konsumsi masyarakat sangat tinggi pada bulan Ramadan.

Agar produk mereka tidak kalah saing dengan para pemain besar yang berani menawarkan diskon besar-besaran, akhirnya mereka juga berani menekan harga dibawah pemain besar tersebut.

Tentu dalam hal ini, konsumen yang akan diuntungkan.

Tapi ingat, tetap sesuaikan dengan skala kebutuhan Anda, jangan mudah khilaf dengan berbagai penawaran tersebut.

Terakhir, jika nantinya Anda ingin buka puasa bersama dengan keluarga besar di restoran, manfaatkanlah promo dari kartu kredit yang selalu memberikan penawaran khusus di bulan Ramadan.

4. Manfaatkan THR dengan baik

THR (Tunjangan Hari Raya) diberikan biasanya dua minggu sebelum lebaran, jika Ada adalah karyawan, maka Anda berhak mendapatkannya.

Jumlah yang diperoleh umumnya 1 kali gaji. Namun Anda harus ekstra ketat dalam penggunannya karena tanpa disadari, THR bisa cepat habis jika tidak dikontrol.

Prioritaskan THR untuk membayar utang Anda dibandingkan membeli barang yang diinginkan, apalagi jika Anda mengambil pinjaman dana tunai dengan gadai BPKB Motor atau Mobil.

Jika ingin lebih berani lagi, Anda bisa coba untuk tidak menggunakan sama sekali atau langsung ditabung saja semua THR nya.

Bila dirasa berat, usahakan minimal 50% saja untuk ditabung.

Demikian tips jitu yang bisa Anda lakukan untuk mengatur keuangan di bulan puasa.

Selanjutnya kami akan memberikan informasi lanjutan mengenai hal yang wajib dilakukan pada saat lebaran tiba, supaya Anda bisa mengontrol anggaran.

Kiat Mengelola Anggaran saat Lebaran Tiba

keuangan saat lebaran

Sebelumnya Anda pasti sudah membaca tips mengenai hal yang harus diterapkan supaya uang Anda bisa terkontrol pada saat bulan puasa.

Namun kendala utama terjadi pada saat lebaran telah tiba, karena kita pasti akan berkumpul bersama keluarga besar.

Seperti yang sudah diketahui, masyarakat kita memiliki tradisi untuk “bagi-bagi” uang lebaran kepada sepupu atau saudara yang masih anak-anak.

Itulah saat-saat krusial yang berpotensi besar membuat kantong kita jebol.

Segera lakukan antisipasi jika tidak ingin stres setelah lebaran usai. Lakukan beberapa tips berikut ini:

  1. Menyusun dengan Cermat seluruh Pengeluaran

Saat THR sudah diterima, segera susun daftar pengeluaran, lalu tempatkan dana dengan jumlah tertentu di daftar tersebut.

List sejumlah pengeluaran-pengeluaran penting beserta harga dari barang yang harus dibeli.

Jika Anda berencana untuk “bagi-bagi” angpao ke sanak saudara yang masih kecil, catat siapa saja yang akan menerimanya.

Dan antisipasi juga jika mereka minta ditraktir ke restoran cepat saji (pengalaman penulis).

Jangan sampai ada pengeluaran sekecil apapun yang tidak dicatat.

Jika dana tidak cukup atau defisit cari pengeluaran yang kira-kira bisa dihapus atau ditunda.

Semakin detail catatan Anda, maka akan semakin baik untuk membuat perhitungan anggaran.

  1. Prioritaskan Pengeluaran yang Penting

Mungkin banyak yang menganggap bahwa pada saat lebaran, semua pengeluaran dianggap penting.

Padahal tidaklah demikian, ada yang bisa dikesampingkan terlebih dahulu atau ada juga yang bisa dibeli dengan harga lebih murah jika Anda ingin sedikit berusaha mencarinya di toko online.

Pisahkan antara kebutuhan primer, sekunder dan tersier, jangan hanya karena Anda tertarik pada suatu barang, padahal tidak dibutuhkan justru bisa memberatkan beban anggaran Anda.

Sebagai contoh, Anda tertarik dengan jam tangan merk A, padahal Anda saat ini sudah memiliki jam tangan.

Sebisa mungkin tidak perlu membelinya, kecuali keuangan Anda saat ini lebih dari cukup.

Bujuklah istri Anda supaya pemikirannya sejalan dengan Anda untuk masalah keuangan, karena biasanya kita bisa menahan keinginan pribadi, namun keinginan istri tidak bisa dibendung.

Bicarakan dengan baik-baik dengan istri sambil menunjukan list anggaran yang sudah dibuat.

Dengan begitu, Anda dan istri bisa memproyeksikan jumlah pengeluaran dan mengetahui dampak apa saja yang terjadi pasca lebaran jika sampai defisit.

  1. Pengeluaran di Hari Raya Idul Fitri

Ini adalah saat- saat yang paling sulit dan menentukan kondisi keuangan Anda karena walaupun semua rencana sudah dibuat dengan matang, namun kadang eksekusinya selalu tidak sesuai rencana.

Kami pernah melakukan survey sederhana ke nasabah kami mengenai pengeluaran di hari raya idul fitri.

Hasilnya adalah lebih dari 78% gagal menjalankan recana anggaran yang sudah dibuat, sehingga pasca lebaran mereka mengajukan kembali pinjaman dana tunai dengan gadai BPKB Mobil / Motor.

Prioritas sudah dibuat, namun ketika Anda berlibur atau pada saat berkumpul dengan keluarga besar, semua perhitungan bisa menjadi buyar.

Akan selalu ada yang namanya pengeluaran tidak terduga, bahkan jika diakumulasikan, pengeluaran tidak terduga tersebut porsinya bisa lebih dari 30% dari total anggaran yang sudah dipersiapkan.

Salah satu pihak suami / istri harus bisa mengontrol jika ada yang khilaf, sebagai contoh jika istri terlalu banyak berbelanja, Anda harus segera mengingatkannya.

Begitupun juga sebaliknya jika Anda sendiri yang khilaf, pihak istri juga harus mengingatkan.

Jangan sampai keduanya khilaf belanja ya karena nanti bisa repot.

Support dari salah satu pihak bisa menjadi kunci utama untuk menghemat anggaran.

Tips untuk Memulihkan Kembali Kondisi Keuangan Pasca Lebaran

tidak punya uang

Lebaran sudah usai, liburan pun sudah selesai, saatnya kita mulai beraktifitas kembali seperti biasa.

Yup, memulai kembali aktifitas seperti biasa, namun dengan kondisi keuangan yang tidak biasa.

Pasca Lebaran adalah kondisi dimana finansial kita mengalami sedikit masalah karena tidak terkontrolnya pengeluaran dengan baik.

Hampir semua orang sulit untuk menyishkan uang, banyak yang bilang kalau hal itu terjadi karena lupa menyisihkan dana.

Padahal orang selalu ingat untuk sesuatu yang berhubungan dengan uang.

Pengeluaran yang tidak terkontrol adalah penyebab utamanya, bukan lupa untuk ditabung, seperti yang sudah dijelaskan diatas.

Namun karena sudah terjadi, tidak perlu menyesal atau bersedih hati, kami akan memberikan tips untuk memulihkan kembali kondisi keuangan pasca lebaran.

1. Periksa Kembali Kondisi Keuangan Anda

Jika Anda sedang sakit dan pergi ke dokter, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pemeriksaan di seluruh tubuh, lalu setelah diketahui penyakitnya, maka tindakan pengobatan atau penyembuhan bisa segera dilaksanakan.

Begitupun juga dengan kondisi keuangan kita yang mungkin sedang “sakit” pasca Lebaran. Perlu adanya tindakan pengobatan sebelum semakin penyakitnya menjadi kronis.

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan review seluruh pengeluaran dari awal bulan puasa hingga selesai lebaran.

Dari situ kita akan mengetahui apa saja yang membuat pengeluaran membengkak, itu penting untuk menghindari kesalahan yang sama di lebaran yang selanjutnya.

Mungkin terdengar aneh dan konyol bagi Anda karena mengapa pengeluaran yang sudah terjadi perlu di review.

Jawabannya adalah karena setiap kesalahan yang sama selalu terulang setiap tahunnya.

Jika tidak dilakukan perbaikan atau tidak mencoba memaksakan diri untuk mengubah polanya, maka jangan heran setelah lebaran Anda mencari pinjaman dana tunai dengan gadai BPKB atau KTA.

Selanjutnya adalah cek sisa uang yang dimiliki dengan hutang yang masih tersisa, apakah dana tersebut cukup untuk membayar tagihan bulan depan seperti tagihan kartu kredit atau tagihan rutin bulanan lainnya.

Jika tidak cukup, rencana apa yang bisa dilakukan supaya Anda tidak stres memikirkan tagihan tersebut.

Mungkin SolusiBiaya.com bisa membantu masalah keuangan Anda.

2. Sisihkan gaji atau penghasilan untuk ditabung

Jika saat ini Anda adalah seorang karyawan, mungkin tanggal 25 masih bisa bernapas lega karena ada gaji bulanan yang bisa digunakan untuk membayar semua tagihan.

Bagi yang bukan karyawan dan tidak memiliki gaji rutin bulanan mungkin akan sedikit menjadi masalah jika pengeluaran tidak terkendali pada saat lebaran.

Usahakanlah di bulan pertama hingga bulan ketiga, Anda benar-benar memperketat seluruh pengeluaran.

Fokuslah pada kewajiban bulanan dan jika masih ada sisa, tabunglah. Namun prinsip hidup hemat sebisa mungkin dilakukan setiap saat dan bukan di 3 bulan setelah lebaran.

3. Kendalikan Pengeluaran Harian

hidup boros

Catat kira-kira apa saja biaya rutin harian yang harus dipenuhi, contohnya adalah ongkos untuk naik angkutan umum atau bagi pengguna kendaraan pribadi, perlu uang untuk membeli bensin.

Kurangi pertemuan-pertemuan yang kurang penting seperti kongkow-kongkow di mall atau mengunjungi rumah teman hanya untuk curhat tidak penting.

Bawa saja bekal ke kantor dan tidak perlu makan di luar pada saat jam istirahat. Jangan gengsi, karena harga beras untuk makan anak istri di rumah lebih penting daripada sekedar mementingkan harga diri untuk selalu memenuhi ajakan teman makan di luar.

Utamakan menggunakan kendaraan umum ke tempat kerja jika itu bisa membuat pengeluaran Anda lebih efisien.

Jika ada momen penting seperti ulang tahun rekan kerja dan mengharuskan Anda untuk patungan membeli kado, pilihlah hadiah yang tidak terlalu mahal tapi cukup bagus.

Sedikit pengalam dari penulis. Dulu waktu bekerja di salah satu perusahaan swasta, kebetulan pasca lebaran ada momen ulang tahun rekan kerja.

Salah satu teman “ngotot” untuk membeli hadiah yang cukup mahal dan mengharuskan kita patungan dengan uang yang tidak kecil.

Untuk dia mungkin tidak terlalu berat, namun bagi yang ingin menyehatkan kondisi keuangan, tentu itu akan berat.

Oleh karena itu beranilah untuk memberikan masukan bahwa tidak perlu mengeluarkan dana yang besar, tapi Anda juga tidak harus memberitahukan kondisi keuangan Anda saat ini kepada mereka.

4. Fokus pada pembayaran utang

Kalau Anda berhutangnya ke teman atau saudara, mungkin bisa minta sedikit perpanjangan waktu, namun jika berhutang ke bank atau multifinance, telat sedikit akan langsung kena denda.

Selain denda dan bunga yang sangat tinggi, jika tunggakan sudah terlalu lama, Anda pasti akan dikejar-kejar oleh debt collector yang cenderung kasar dalam menagih.

Baca Juga: Bagaimana Cara Melunasi Hutang yang Menumpuk

Selalu prioritaskan utang ke dalam perencanaan keuangan Anda supaya tidak perlu gali lubang tutup lubang.

Jika suatu saat nanti Anda ingin mengambil pinjaman karena sedang butuh dana tunai, sebisa mungkin hindari KTA karena bunganya tinggi.

Lebih baik pilih pinjaman uang gadai BPKB Mobil atau Motor karena selain bunganya sangat ringan, proses dan syarat mudah sekali.

Selain itu, limit pencairan dana bisa besar dan uang tunai bisa di transfer langsung ke rekening nasabah dalam hitungan menit.

Hanya SolusiBiaya.com yang bisa memberikan jasa keuangan terbaik kepada masyarakat.

Kunci Terakhir adalah Disiplin

bulan puasa

Disiplin adalah hal yang paling berat untuk dilakukan karena memang tidak mudah menjalani kehidupan sehari-hari jika kita kekurangan uang.

Namun itu perlu dipaksakan supaya kondisi keuangan bisa sehat kembali. Oleh sebab itu bersabarlah untuk sementara waktu.

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, jika Anda tidak melakukan review seluruh pengeluaran mulai dari awal bulan puasa hingga selesai lebaran, mungkin tahun depan Anda akan mengulangi kesalahan yang sama.

Dan jika selalu berulang kali melakukan kesalahan yang sama, ya berarti Anda harus siap menanggung konsekuensinya.

Jika artikel ini bermanfaat, silakan di share.

solusibiaya.com
Write a Comment

Mobil & Sertifikat (WA Aktif)
Motor (WA Aktif)