Anda Tipe Investor Startup yang Mana?

tipe investor startup
Ada beberapa tipe investor startup yang mungkin belum anda ketahui. Semoga Informasi ini bisa menambah pengetahuan Anda di zaman sekarang yang serba canggih, berbasis teknologi internet, serta milenial.

Tidak sedikit bermunculan bisnis atau usaha telah dicetuskan oleh kaum muda milenial. Sebagian besar bisnisnya di dunia maya, biasa kita kenal dengan bisnis online.

Produk yang dijual pun beragam secara umum terdiri atas produk barang dan jasa. Itulah yang disebut startup. Tiap bisnis muda dan digital yang dibangun tersebut tentu saja membutuhkan modal uang.

Sang pebisnis dapat memodali sendiri dari simpanan uang di bank. Atau mungkin, menjual aset-aset berharga dan hasilnya untuk memodali bisnis startup tersebut.

Namun yang paling umum, yaitu meminjam modal uang dengan Gadai Sertifikat atau BPKB Mobil bila dirasa dana yang dibutuhkan besar.

Beruntung jika ada investor tertarik memodali bisnis startup tersebut. Dengan begitu, orang yang memiliki dan mengelola bisnisnya tak perlu khawatir perihal modal lagi.

Namanya saja investor, berarti pihak yang mau dan mampu memberikan ataupun menyuntikkan modal uang kepada bisnis tertentu yang diminatinya.

Seorang investor yang berani memberikan modal, tentu saja ingin mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut. Percuma kalau sebuah bisnis sudah dimodali, tetapi kenyataannya tidak mendatangkan keuntungan seperti yang diharapkan.

Jika kondisinya seperti itu, lebih baik tak perlu memodali bisnisnya.Dengan uraian dan ketentuan semacam itu, investor juga pilih-pilih atau selektif untuk menentukan bisnis startup mana yang diperkirakan prospektif di masa depan.

Tipe Investor Startup  

3 jenis investor di pasar modal

Berikut adalah adalah penjelasan dari berbagai macam investor. Termasuk ke dalam tipe manakah anda?

Tipe Selektif

Sudah sedikit disinggung di atas perihal sifat selektif yang biasanya dilakukan oleh kebanyakan investor. Mereka melakukannya agar diuntungkan di masa depan, bukan malahan sebaliknya.

Hal tersebut sudah umum terjadi di dunia bisnis, dimana seorang investor bisa mencari dan memilih sebebas-bebasnya bisnis startup yang ingin dimodali. Semua itu berdasarkan besar kecilnya profit yang diterimanya nanti.

Selain itu, lama tidaknya bisnis startup tersebut mampu bertahan di tengah kompetisi dunia bisnis yang begitu ketat. Pasalnya, tidak sedikit kompetitor menciptakan sebuah inovasi dan berbeda dengan yang lain. Mau tidak mau bisnis startup itu harus dikelola secara profesional lagi agar mampu memenangkan persaingan di luar sana.

Bukan hanya persaingan bisnis startup di dunia nyata saja, tetapi juga sudah merambah dunia maya. Tanpa sokongan dana dari investor, maka sulit untuk memenangkan persaingan tersebut.

Tipe Konservatif

bentuk-bentuk investor kelembagaan

Tipe investor startup yang satu ini dapat diartikan memilih yang tidak aneh-aneh dan terkesan kuno, yang penting bisnis startup yang dipilihnya mendatangkan keuntungan berlipat.

Investornya tidak mau ambil pusing dengan perkembangan dan kecanggihan teknologi yang mempengaruhi banyak bisnis startup saat ini.

Bahkan, bukan tidak mungkin sang investor hanya mampu melihat, membaca, dan mendengar dari informannya mengenai perkembangan bisnis startup. Informasi yang didapatkannya juga sebatas dipelajari secara singkat.

Namun demikian, dia akan menggali lagi informasi lebih lengkap dan detail bisnis startup yang diminatinya dengan cara mewawancarai pemilik atau pendirinya.

Tidak tanggung-tanggung, informasi digali lebih dalam untuk memastikan bahwa bisnis tersebut benar-benar prospektif  di masa depan.

Setelah mendapatkan informasinya, investor yang bersangkutan akan menganalisis dan menyimpulkan dengan kemampuannya sendiri, apakah tetap mengucurkan modal uang untuk bisnis startup tersebut atau tidak. Semua proses itu dilakukannya seorang diri dengan seksama.

Tipe Milenial

jenis-jenis pendanaan startup

Masih ada satu tipe investor startup lagi yang perlu Anda ketahui, yaitu milenial. Mendengar atau membaca kata ini, begitu identik dengan kiprah anak-anak muda yang begitu melek dengan teknologi canggih berbasis internet.

Anak-anak muda gaul yang selalu dinamis dan berpikiran positif untuk selalu berubah ke arah yang lebih baik.

Dengan semua yang dimilikinya tersebut, tidak heran jika kaum milenial tersebut akan selalu mengikuti perkembangan informasi dan zaman yang terus berubah.

Begitu juga dengan investor di bisnis startup, ada juga yang bertipe milenial semacam itu. Dalam arti, sang investor berpikiran dan berperilaku seperti generasi muda milenial.

Namun demikian, bukan berarti yang bersangkutan masih muda. Dia mungkin sudah mapan dengan bisnis milenialnya yang menguntungkan. Akan tetapi, calon investor masih ingin berbisnis tetapi tidak secara langsung memegang kendali pengelolaannya.

Dia hanya berperan sebagai investor yang menyuntikkan modal uang pada sebuah bisnis startup tertentu. Bisnis yang dipandang prospektif ke depannya dan menguntungkan, sehingga tidak salah untuk mendukungnya.

Dukungan diberikan terutama pada pemodalan serta konsep bisnis secara garis besar. Selanjutnya, bisnis startup dibiarkan dikelola oleh pemilikya yang notabene masih muda-muda.

Pengelolaan yang lebih bersifat digital dan kekinian, seperti yang biasa dilakukan oleh generasi milenial.

Tipe Sosial

jenis-jenis startup

Ternyata, ada juga tipe investor startup sosial. Dimana sang investor menyuntikkan dana pada bisnis startup yang bertujuan sosial. Sebagai contoh, bisnis pembuatan software atau aplikasi kursus belajar mengajar untuk siswa sekolah dari jenjang SD hingga SMA.

Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis, lalu diinstal pada perangkat gadget yang dimiliki. Setiap orang khususnya para pelajar bisa mengunduh dan menginstalnya.

Selanjutnya, mereka dapat belajar di rumah dengan aplikasi tersebut dan memanfaatkannya secara maksimal. Tak perlu lagi kursus di luar jam sekolah pada lembaga-lembaga kursus yang hanya menghabiskan biaya saja.

Untuk membuat aplikasi semacam itu, tentu saja tidak mudah. Hanya bisa dilakukan oleh tangan-tangan profesional dan berpengalaman. Selain itu, proses pengerjaannya membutuhkan modal uang yang tidak sedikit.

Terutama untuk pengembangannya agar semakin banyak orang mengunduh. Bisnis semacam itu bisa bertujuan murni membantu, sehingga tidak mengharapkan keuntungan. Meskipun ada keuntungan yang masuk, jumlah nominalnya tidak seberapa.

Bisnis startup-nya lebih bertujuan sosial berdasarkan saling membantu saja. Itulah salah satu contoh bisnis startup sosial yang juga butuh uluran tangan dan suntikan dana dari seorang investor yang dermawan. Mungkin jarang dan sulit ditemui tipe investor startup ini.

Jika pun ada, biasanya sang investor enggan diketahui nama dan identitasnya karena tidak mengharapkan popularitas dan benar-benar ingin beramal. Kegiatan yang begitu mulia untuk dikerjakan.

Bukan tidak mungkin masih ada tipe-tipe investor lainnya karena disesuaikan dengan karakteristik setiap orang.

Lagipula, perkembangan bisnis startup di Indonesia hingga sekarang masih terus berkembang dan bergeliat. Bisnis yang dibangun dan dirintis dari kecil oleh orang-orang hebat serta tak kenal pantang menyerah.

Bisnis startup yang suatu saat nanti bisa menjadi besar dan pastinya mendatangkan keuntungan sama besarnya.

Jadi, Itulah beberapa tipe investor startup yang ada dan bisa diinformasikan di sini. Berminat terjun ke dunia startup dan berinovasi? Mulailah sekarang juga jangan menunda lagi.

Begitu juga Anda yang tertarik menjadi investor bisnis startup, semoga selalu sukses dan beruntung. Investasi sedini mungkin agar kita terhindar dari generasi sandwich, mari cari tahu bagaimana tips mengelola keuangan generasi sandwich supaya aman secara finansial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp Chat Only