Kenapa Kita Selalu Gagal dalam Bisnis?

kenapa kita selalu gagal dalam bisnis
kenapa kita selalu gagal dalam bisnis

Untuk dapat memahami bagaimana cara meraih keberhasilan dalam bisnis, kita harus memahami kenapa usaha selalu gagal.

Jika kita percaya pada angka statistik, diinformasikan bahwa 4 di antara 5 bisnis telah gagal di 5 tahun pertama.

Kemudian di antara bisnis yang masih bertahan, 4 dari 5 bisnis tersebut akan gagal di 4 tahun berikutnya.

Kenapa selalu gagal dalam bisnis?

Kita sudah banyak mengamati dan mungkin juga bekerja sama dengan banyak pebisnis baru yang penuh harapan.

Banyak dari kita yang silau dengan bayangan masa depan untuk menjadi bos bagi diri kita sendiri dan menjadi kaya.

Kita kemudian terjun ke dunia bisnis dan secara gegabah memulai bisnis dengan mimpi-mimpi menghasilkan ratusan juta rupiah yang pertama.

Jika kita bersikap jujur sebagai pebisnis baru, kita akan mengatakan bahwa tujuan memulai bisnis adalah untuk menghasilkan uang dan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Beribu-ribu orang tentu memiliki impian yang sama.

Namun yang sering terjadi adalah impian tersebut jauh dari kenyataan.

Kebanyakan orang tidak memiliki dan tidak pernah mengembangkan keahlian-keahlian dasar berbisnis dan manajemen.

Padahal keahlian tersebut akan memastikan datangnya keberhasilan bagi diri kita.

Ketika kita melihat gaya hidup orang-orang sukses dan jumlah uang yang mereka peroleh.

Secara salah kita merasionalisasikan bahwa perjuangannya pasti tidak akan terlalu berat.

Mungkin fenomena ini bisa disebut sebagai gejala “kebelet berbisnis”!

Ini menjelaskan bahwa kebanyakan orang terlatih dalam satu keahlian teknis atau piawai dalam mengerjakan pekerjaan yang bersifat teknis.

Seperti pengacara, dokter, programmer, mekanik mesin, ahli perhiasan, pialang saham, mandor bangunan, tenaga sales, chef, fotografer atau seorang copywriter bidang periklanan yang handal.

Tetapi keahlian yang dimiliki bukanlah jaminan untuk menjadi seorang pebisnis sukses.

Karena menjalankan sebuah bisnis membutuhkan keahlian khusus yang harus dipelajari seperti halnya keahlian lainnya.

Sebuah keahlian yang hanya sedikit orang yang mau mempelajarinya sebelum terjun ke dunia bisnis.

Menjalankan bisnis juga harus secara etis dan bertanggung jawab.

Kebanyakan orang yang mengidap “kebelet berbisnis” pasti terburu-buru menceburkan diri dalam bisnis.

Kita memulai usaha dengan menggunakan seluruh harta pribadi atau tabungan yang tersimpan di bank.

Lalu menginvestasikan seluruh uang tersebut untuk memulai usaha dan menyiapkan segala sesuatunya seperti komputer, website, furnitur, sewa tempat, pengacara, peralatan kantor, kop surat, sampai kartu nama.

Namun, dalam hiruk pikuk perencanaan dan aktivitas awal ini, satu hal penting yang kita lupakan adalah pelanggan.

Bagaimana menarik perhatian pelanggan dan mempertahankan agar mereka tetap loyal menggunakan produk kita.

Dengan cepat masa bulan madu ini akan berakhir.

Kebanyakan para pebisnis mentah akan segera menyadari, sebenarnya kita tidak memiliki bisnis sama sekali, yang dilakukan hanya membeli sebuah pekerjaan bagi diri kita sendiri, sebuah pekerjaan yang sangat berat.

Kita sekarang harus bekerja lebih lama dan lebih keras untuk mendapatkan jumlah uang yang lebih sedikit (per jamnya) dibandingkan yang diterima dari pekerjaan sebelumnya.

Kita semakin bertambah stres karena waktu untuk bersenang-senang dengan keluarga menjadi lebih sedikit dan selalu dihantui oleh rasa takut akan kehilangan segalanya.

Itulah seluruh kenyataan yang terjadi dari impian bisnis kita.

Hasilnya terkadang sangat fatal.

Kadang kita terlambat untuk menyadari bahwa memiliki sebuah bisnis sendiri berarti akan mempelajari satu set keahlian berbisnis yang sama sekali baru.

Jika tidak berinisiatif melakukan sesuatu untuk menguasai keahlian tersebut, maka hal yang akan terjadi selanjutnya adalah kebangkrutan dalam menjalankan usaha.

Apakah perlu menggunakan tabungan pribadi untuk memulai bisnis?

Mungkin banyak dari kita yang menganggap bahwa untuk memulai bisnis harus menunggu sampai memiliki tabungan yang cukup untuk modal usaha.

Sehingga hal yang harus kita lakukan adalah mencari kerja terlebih dahulu, baru kemudian merencanakan sebuah bisnis.

Pendapat tersebut sebenarnya tidak salah, namun kurang tepat.

Karena niat awal kita membangun bisnis hanya sebagai rencana cadangan saja bukan sebagai rencana utama dalam hidup.

Dengan pola pikir seperti itu, secara tidak langsung akan mempengaruhi hasil atau produk yang kita ciptakan atau yang akan dijual.

Sekarang coba kita pikirkan.

Orang yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk berbisnis saja masih bisa gagal.

Apalagi yang hanya mendirikan usaha sebagai rencana kedua jika sudah tidak lagi bekerja karena dipecat atau resign dari perusahaan.

Kembali ke masalah modal usaha.

Apakah kita harus memiliki banyak uang terlebih dahulu supaya bisa mendirikan usaha?

Namun pendapat tersebut juga jangan disalahartikan, sehingga menimbulkan banyak pernyataan yang mengatakan bahwa kita bisa sukses berbisnis walau tanpa modal.

Untuk pembahasan mengenai penting atau tidaknya modal usaha, Anda bisa membaca artikel ini.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Salah satu cara yang saat ini banyak digunakan oleh orang-orang sukses adalah menggunakan modal orang lain terlebih dahulu atau dana dari investor.

Namun cara tersebut tidak mudah apalagi jika kita tidak memiliki banyak relasi.

Dan setidaknya Anda harus memiliki proposal yang sangat hebat untuk membuat calon investor berminat untuk mendanai project Anda.

Hal tersebut pasti akan banyak menyita waktu karena kita harus melakukan pitching secara rutin ke banyak calon investor.

Bagi yang statusnya masih sebagai karyawan, hampir mustahil melakukan hal tersebut.

Apakah ada cara lain yang lebih baik?

Ya, tentu saja.

Carilah pinjaman modal usaha yang menggunakan jaminan seperti BPKB Mobil, Motor atau sertifikat rumah.

Hal tersebut adalah cara terbaik dan paling mudah yang bisa kita lakukan saat ini.

Apakah mengambil pinjaman Kredit Tanpa Agunan (KTA) saja?

Atau, mengapa harus memilih pinjaman dengan gadai BPKB?

Berikut adalah penjelasannya :

  • Kita tidak mungkin menghabiskan waktu, energi dan biaya untuk mencari investor. Sedangkan kita ingin cepat menjalankan bisnis.
  • Pada umumnya investor lebih suka menginvestasikan uangnya ke bisnis yang sudah berjalan, bukan bisnis yang masih berbentuk “janji surga”.
  • Jika kita berniat untuk mengambil kredit tanpa jaminan (KTA), ada baiknya terlebih dahulu membaca artikel mengenai Kredit Tanpa Agunan (KTA) ini.
  • Menggunakan pinjaman dana dengan jaminan BPKB lebih aman karena unit yang digadaikan adalah milik kita sendiri sehingga kita tidak perlu khawatir oleh gangguan pihak lain untuk masalah strategi dan penggunaan dana. Biasanya kalau kita dapat suntikan dana dari investor atau orang lain, maka mereka pasti akan ikut campur dalam pembuatan kebijakan dan strategi bisnis kita.
  • Cara seperti ini (pinjaman dana dengan jaminan) sangat tepat sekali bagi calon pebisnis yang masih berstatus sebagai karyawan karena modal yang didapat bisa digunakan untuk membangun dan menjalankan usaha sedangkan untuk sebagian cicilan bisa dibayarkan menggunakan gaji bulanan.
  • Dengan menggunakan dana pinjaman, maka uang di tabungan Anda bisa digunakan untuk hal penting lainnya seperti membiayai anak sekolah, biaya rumah sakit, renovasi rumah, biaya pernikahan dan lain-lain.

Setelah mengetahui beberapa kelebihan tersebut, Anda pasti sudah mendapatkan solusi yang cukup praktis.

Saat ini sudah banyak sekali instansi yang menawarkan pinjaman dana yang menggunakan jaminan atau tanpa jaminan.

Namun kita jangan mudah percaya dengan tawaran-tawaran tersebut.

Sebab penawaran tersebut biasanya memberikan jebakan bunga.

Salah satu situs yang dapat dipercaya untuk melayani kebutuhan finansial kita adalah solusibiaya.com

Solusi biaya mampu memberikan pelayanan yang terbaik dan menjangkau seluruh masyarakat di Indonesia bahkan yang dipelosok daerah sekalipun.

Dengan tips diatas, seharusnya masalah modal usaha tidak menjadi penghalang bagi kita, karena sudah ada solusinya.

selalu gagal dalam usaha

Apa arti sesungguhnya “berbisnis” itu

Kita harus menyadari, namun bukan saat menjadi seorang teknisi yang hebat, melainkan pada saat menjadi seorang pebisnis yang hebatlah kita akan menciptakan keberhasilan atau kegagalan.

Kebanyakan orang yang terjun ke dunia bisnis, tidak peduli berapa banyak yang telah dipelajari atau seberapa baik mempersiapkan diri.

Kita tidak dapat membayangkan masalah-masalah dan tantangan-tantangan yang kemudian akan dihadapi.

Untuk sebagian orang terjun ke dunia bisnis menjadi tantangan terbesar yang pernah mereka hadapi sepanjang hidupnya.

Kegagalan atau keberhasilan dalam bisnis tergantung pada kesanggupan mengatasi tantangan tersebut dan seberapa banyak yang dapat kita pelajari selama menghadapinya.

Semua bisnis membutuhkan perhatian secara terus-menerus.

Semua bisnis menuntut sejumlah besar energi, waktu, dan fokus.

Dunia bisnis bukan dunia penuh kilau dan glamor.

Terjun ke dunia bisnis berarti bertempur tanpa henti mengatasi masalah dan rintangan.

Jangan pernah membiarkan diri kita membayangkan hal yang sebaliknya.

Oleh karena itu, ini disebut sebagai dunia bisnis, bukan dunia olahraga.

Walaupun demikian, menganggap tantangan yang ada sebagai satu jenis olahraga, dapat membantu meringankan tingkat keseriusan dan perasaan negatif yang dapat menyelimuti hari-hari kita.

Jika kita bersikap seperti ini, menjalankan bisnis dengan pendekatan santai, pasti akan lebih menikmati tantangan-tantangan dan menemukan solusi-solusi kreatif dengan lebih cepat.

Perlu diketahui bahwa artikel ini ditulis bukan untuk menakut-nakuti Anda untuk berbisnis, justru sebaliknya membantu kita untuk lebih mempersiapkan diri agar tidak terjebak pada sebuah paradigma sesat yang menganggap bahwa suatu bisnis adalah sarana untuk menjadi kaya dengan cepat.

Fokuslah pada penciptaan produk yang dibutuhkan oleh masyarakat luas dan yakinkan kepada masyarakat bahwa produk kita memang bisa memecahkan masalah mereka.

solusibiaya.com
One comment
  1. […] (Baca juga : Kenapa Kita Selalu Gagal dalam Bisnis?) […]

    Reply
Write a Comment

Fast Respon (Anto)